Sunday, 29 January 2017

Heboh! Beredar Dialog Muslim Vs Muslim Pendukung Ahok

Menjelang Pilkada 2017 mendatang, berbagai wacana, isu, hingga pandangan bergulir di Ibu Kota DKI Jakarta. Baik yang beraroma positif, maupun negatif.
Salah satunya yang terbaru adalah sebuah dialog panjang antara seorang muslim dengan seorang muslim pendukung Ahok. Isi dialog bertema “Dialog Muslim Vs Muslim Pendukung Ahok: Mematahkan Logika Muslim Pendukung Ahok” tersebut tersebar deras di berbagai media sosial.
Berikut petikan dialog soal pilihan politik tersebut:

DIALOG MUSLIM VS MUSLIM PENDUKUNG AHOK: MEMATAHKAN LOGIKA MUSLIM PENDUKUNG AHOK

Muslim Pendukung Ahok (MPA): "Gua Muslim tapi gua dukung Ahok. Hidup Ahok!"

Muslim: "Kalo yang non muslim dukung Ahok, wajar karena faktor sentimen agama. Tapi kenapa anda yang muslim dukung Ahok?"

MPA: "Semua orang Islam maling, semua orang Islam korupsi, yang bersih cuma Ahok!"

Muslim: "Semua orang Islam maling? Semua orang Islam korupsi? Yang bersih cuma Ahok? Kata siapa?"

MPA: "Ya baca aja Kompas, Detik, Tempo dan Tribunnews cs, tiap hari kan dimuat berita betapa bagusnya Ahok, dan dimuat berita korupsi orang-orang Islam. Makanya gua dukung Ahok. Ya, semua orang Islam maling, semuanya korupsi!"

Muslim: "Ooh media-media itu, pantes saja :), kerjaan media sekuler dan anti Islam ya memang gitu, memberitakan yang buruk-buruk tentang umat Islam, tapi kejahatan-kejahatan korupsi skala dewa Eddi Tansil, Hendra Rahardja, Samadikun Hartono, Anggoro Widjaja, David Nusa Wijaya, Maria Pauline, Andrian Kiki Ariawan, Eko Adi Putranto, Sherny Konjongiang, Sanyoto Tanuwidjaja, Theo Toemion, Olly Dondokambey, Rusman Lumbatoruan, Willem Tutuarima, Poltak Sitorus, Aberson M Sihaloho, Jeffey Tongas Lumban Batu, Matheos Pormes, Engelina A Pattiasina, Sengman Tjahja, Basuki, Elizabeth Liman, Yudi Setiawan, Artalyta Suryani dan kaum non muslim lainnya ditutup-tutupi :). Hmm, oke menjawab statemen anda, barusan anda mengaku muslim... Bapak anda Islam, kakek anda Islam.. Kalau anda bilang semua orang Islam maling dan korupsi... Berarti bapak anda juga maling? Bapak anda koruptor? Kakek anda maling? Kakek anda koruptor? Seluruh leluhur anda maling dan koruptor semua???"

MPA: "?!=÷&£[!÷»,"!¥}±"

Muslim: "Lho kok diam?"

MPA: "Enak aja lu ngomong! Iya bapak gua muslim, kakek gua muslim, kakek-kakek buyut gua juga muslim, gua sudah berpuluh-puluh generasi turun-temurun keluarga muslim, tapi bapak dan kakek-kakek buyut gua bukan maling dan koruptor lah! Gua turunan keluarga baik-baik bukan turunan maling!"

Muslim: "Nah! Jadi yang bersih cuma ahok, dan diluar Ahok dari milyaran umat Islam cuma bapak dan kakek-kakek buyut anda saja yang tidak korupsi?"

MPA: "Bukan gitu... Selain bapak dan kakek-kakek gua pasti banyaklah orang Islam yang gak korupsi! Orang Islam yang baik masih banyaklah"

Muslim: "Nah! Kalo umat Islam yang baik, berakhlak, beradab, berprestasi, santun, jujur dan bersih dari korupsi masih banyak... Alasan apa lagi anda pilih Ahok? Kinerja Ahok buruk, skandal korupsi banyak (baca: Korupsi Ahok), tutur kata dan perilaku teramat kasar, alasan apa lagi mendukung Ahok?"

MPA: "Ya terserah gualah, pokoknya gua cuma mau dukung Ahok, gpp kan gua pilih Ahok? Hak gua ini!"

Muslim: "Anda muslim kan?"

MPA: "Iyalah! Muslim 100%!"

Muslim: "Umat Islam tidak hanya punya hak, TETAPI JUGA PUNYA KEWAJIBAN!"

MPA: "Iya gua tau. Tiap hari gua sholat, bulan Ramadhan gua berpuasa, gua tunaikan zakat, dll. Gua selalu berusaha mentaati segala perintah Allah, dan menjauhi segala laranganNya"

Muslim: "Anda makan daging babi?"

MPA: "Hahaha... Aneh pertanyaan ente. Ya kagaklah!"

Muslim: "Kenapa anda tidak makan babi?"

MPA: "Ya karena Allah SWT Tuhan gua mengharamkan umat Islam memakan daging babi. Agama gua melarang coy, ya gua kagak mau makan babi! Najis tralala babi!"

Muslim: "Anda tau dari mana Allah SWT mengharamkan daging babi?"

MPA: "Ya dari Al-Qur'anlah, pedoman umat Islam kan Al-Qur'an"

Muslim: "Walaupun kata Ahok dan non muslim lainnya... Daging babi itu enak, daging babi itu gurih, daging babi itu menyehatkan, anda tetap menolak makan babi?"

MPA: "Cuih! Mau enak kek, mau lezat kek, mau menyehatkan kek, bukan urusan gua! Urusan gua adalah Allah SWT Tuhan gua memerintahkan umat Islam TIDAK makan babi, dan sebagai hambanya tentu gua terikat dengan perintah Tuhan gua, ya sampe kiamat gak bakal gua sentuh tuh daging babi! Najis!"

Muslim: "Oke. Bagus. Istri anda berjilbab?"

MPA: "Ya iyalah! Istri gua berjilbab. Dari sebelum menikah sama gua dia udah berjilbab, alhamdulillah istri gua orang yang taat sama agamanya, seorang muslimah yang istiqomah, bukan muslimah Islam KTP yang menyepelekan perintah Allah. Emak gua berjilbab, udah naik haji pula, masa' gak pake jilbab? Malu donk!"

Muslim: "Kenapa mereka berjilbab?"

MPA: "Lha pan Allah SWT yang suruh, menutup aurat itu perintah Allah SWT!"

Muslim: "Tau dari mana Allah SWT menyuruh muslimah menutup aurat?"

MPA: "Ya dari Al-Qur'anlah, pedoman umat Islam kan Al-Qur'an"

Muslim: "Tapi kata orang liberal kan berjilbab itu budaya Arab, dan banyak kalangan yang bilang 'jilbabkanlah hatimu dulu sebelum jilbabkan auratmu'"

MPA: "Mereka mau teriak itu budaya Arab kek, mau dibilang budaya Cina kek masa bodho amat! Yang gua pegang, taati dan jalani adalah perintah Tuhan gua, bukan kata-kata mereka. Pedoman hidup gua Al-Qur'an bukan Koran! Itu lagi aneh logika jilbabkan hati dulu... Gimana hatimu yang gak bisa kita liat bisa elu jilbabin kalo auratmu yang bisa diliat mata orang kagak bisa elu jilbabin?"

Muslim: "oke.. Kesimpulannya, walaupun katanya babi itu enak, walaupun katanya berjilbab itu budaya Arab dan gak perlu diikuti... Anda tetap mengharamkan babi dan mendukung pemakaian jilbab"?

MPA: "Tepat sekali! Terserah orang lain mau ngomong ape kek! Kalo Allah SWT udah kasih perintah, ayat-ayatnya jelas ada di Al-Qur'an, ya orang Islam wajib menjalankannya! Kalau ngaku Islam tapi menyepelekan apalagi melanggar perintah-perintah Allah... mending sekalian aja keluar dari Islam!"

Muslim: "Kalau Allah SWT melarang umat Islam memilih pemimpin non muslim termasuk Ahok.. Bagaimana?"

MPA: "Ya akan gua taatilah! Masa' perintah Allah untuk tunaikan sholat, perintah Allah untuk tunaikan zakat, perintah Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan, perintah Allah untuk haramkan babi, perintah Allah untuk kaum muslimah berjilbab, semuanya gua taati terus perintah Allah lainnya gua tabrak? Ya insya Allah tanpa gua pilah-pilah SELURUH perintah Allah SWT akan gua turuti!"

Muslim: "Sudah tau perintah Allah haramnya umat Islam memilih pemimpin non muslim?"

MPA: "Belum tau, emang ada?"

Muslim: "Ada, banyak perintah Allah tentang haramnya umat Islam memilih non muslim sebagai pemimpin antara lain di Al-Qur'an ayat: Ali Imran 28, Al Maidah 51, An Nisa 144, Al Maidah 57 dll, sangat banyak ayatnya. Sedikit pesan untuk anda, Jangan cari pembenaran yang kita pikir kita bisa lebih hebat dari apa yg telah Allah perintahkan ke kita. Jangan menyangkal ayat-ayat Allah dengan logika sendiri"

Muslim (Eks MPA): "Astaghfirullahaladzim... Ya Allah Ya Rabbi... " (Mata berkaca-kaca menahan tangis)"

Muslim: "Kenapa saudaraku?"

Muslim (Eks MPA): "Banyak sekali ayat-ayat Allah melarang memilih pemimpin non muslim, Baru tau gua! Allah mengharamkan umat Islam makan daging babi aja gua taati sepenuhnya padahal ayat larangannya dalam Al-Qur'an cuma sedikit, lha ini larangan memilih pemimpin non muslim ayatnya seabreg gini udah gua injak-injak? Malu aku malu ya Allah!!!... Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah kekhilafanku, aku ingin mati dalam iman dan taat kepadamu SEPENUHNYA ya Allah... Maafkan aku ya Allah!!!..."

Muslim: ":) Aamiiin. Tidak ada kata terlambat wahai saudaraku. Allah Maha Pengampun, Allah Maha Pemurah. Yang penting setelah tau perintah Allah, ya kesalahannya jangan diulang lagi"

Muslim (Eks MPA): "Tentu! Terima kasih saudaraku! Sekarang gua akan memberitahukan kepada umat Islam lainnya keberadaan ayat-ayat Al-Qur'an tentang haramnya memilih pemimpin kafir"

Muslim: "Baguslah. Karena memang kewajiban sesama umat Islam untuk saling mengingatkan :)" 
(iy)

Friday, 13 January 2017

16 Alasan Umat Islam Menolak Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

16 Alasan Umat Islam Menolak Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

JAKARTA (voa-islam.com) - Sehubungan dengan adanya Demo Penolakan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta oleh umat Islam yang dimotori Front Pembela Islam (FPI), perlu kita ketahui alasan penolakan tersebut. Sejak 2 tahun menjabat sebagai penguasa DKI Jakarta bersama Joko Widodo, banyak sekali kebijakan, komentar, dan sikapnya yang merugikan umat Islam, secara khusus. Berikut ini dosa-dosa Ahok terhadap umat Islam:
1. Ahok hancurkan masjid Baitul Arif di Jatinegara, sehingga warga setempat tidak bisa shalat Jum'at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.
2. Ahok juga menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali.
3. Tidak puas dengan meghancurkan masjid-masjid, Ahok mengganti para pejabat muslim dengan pejabat-pejabat Cina kafir seperti lurah Susan, lurah Grace, dan selainnya. Tidak hanya itu, kepala sekolah muslim di DKI juga banyak yang diganti dengan alasan lelang jabatan, hasilnya banyak kepala sekolah Kristen sekarang.
4. Merasa didukung media-media sekuler, Ahok terus menghapus simbol-simbol Islam melalui Kadisdik DKI yang kafir Lasro Masbrun. Dia mengeluarkan aturan mengganti busana muslim di sekolah-sekolah DKI setiap Jum'at lalu diganti dengan baju Betawi. Padahal sebenarnya baju Betawi bisa di hari lain, seperti aturan di sekolah-sekolah Bandung, yaitu hari Rabu untuk baju daerah (sunda), sedangkan Jum'at tetap dengan busana muslim.
5. Setelah sukses menghancurkan masjid dan hilangkan simbol-simbol Islam di DKI Jakarta, Ahok juga membatasi kegiatan syi’ar Islam seperti malam takbiran dengan alasan macet, padahal perayaan tahun baru yang dipimpin AHOK JAUH LEBIH PARAH macet dengan menutup jalan-jalan protokol Jakarta.
6. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi, dan menyebut yang menolaknya adalah munafik termasuk Muhammadiyah, akhirnya Muhamadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.
7. Ketika umat Islam mati-matian memprotes missworld, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta jadi tuan rumah final Miss World.
8. Yang paling parah adalah Ahok mendukung wacana penghapusan kolom agama di KTP.
9. Ahok juga mengeluarkan pernyataan yg mengejutkan : BOLEH MINUM BIR, asal jangan mabok.
10. Tidak cuma mendukung missworld, Ahok juga mendukung penuh konser maksiat Lady Gaga, Ahok selalu mendukung apa yang diprotes umat Islam.
11. Ahok dengan lancang melecehkan ayat suci, dia bilang ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.

12. Pada lebaran yang lalu, situasi yang adem tiba-tiba menjadi panas kembali dengan wacana Ahok akan menghapuskan cuti bersama saat kebaran.

Apa dia tidak izinkan umat Islam berlebaran dan silaturahim? Kenapa pula tidak dicontohkan melalui pencabutan cuti bersama natal / tahun baru...kenapa harus lebaran yang dibidik?

13. Ahok juga menentang habis manifesto partai gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.
14. Ada yang bilang, tidak apa-apa pemimpin kafir asal tidak korupsi. Ternyata Ahok diduga kuat terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta sebesar 1,6 T. Koruptor-koruptor BLBI juga kebanyakan "sejenis" dengan Ahok, yaitu konglomerat-konglomerat Tionghoa kafir.
15. AHOK LARANG TABLIGH AKBAR, lagi-lagi dg alasan bikin macet. Padahal perayaan tahun baru yang Ahok buat lebih parah bikin macet dengan menutup sejumlah jalan protokol [Baca: Awas! Ahok & MUI DKI Jakarta akan Larang Tabligh Akbar di Jalan Raya]
16. Kasus terbaru, Ahok mengeluarkan aturan larangan menyembelih hewan kurban di sekolah negeri dan masjid.
Pemotongan hanya dibolehkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung. Dalihnya demi kebersihan kota. Aturan pelarangan ini tertuang dalam instruksi Gubernur67 tahun 2014. Penendatanganan dilakukan ketika menjadi Plt Gubernur tanggal 17 Juli 2014.
Haram Merestui Ahok Kafir Menjadi Pemimpin
Hari ini, Rabu (24/09/2014), Front Pembela Islam (FPI) mengerahkan massa mendatangi Gedung DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Kodya Jakarta Pusat menuntut penolakan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.
FPI mengimbau kepada seluruh umat Islam Jakarta, habaib, kiai, ormas Islam, ormas Betawi, pondok pesantren, majelis ta’lim, mahasiswa, dan tokoh masyarakat untuk mengikuti 'Aksi Akbar' bersama FPI ke Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
"Pada Rabu 24 September 2014, pukul 09. 00 WIB - selesai berkumpul di Petamburan III, markas Front Pembela Islam (FPI) Jakarta," demikian keterangan tertulis yang dikutip Liputan6.com, Selasa (22/9/2014) malam.
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab termasuk tokoh yang sangat semangat menjegal Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Secara akidah, haram umat Islam yang menjadi penduduk mayoritas di DKI Jakarta dipimpin orang kafir.
"Haram Umat Islam merestui pemimpinnya dari kalangan orang kafir," ujarnya dalam satu ceramah yang diunggah ke yotube dengan judul, “Habib Rizieq (FPI) dukung Haji Lulung galang interpelasi DPRD Jegal pelantikan Ahok”.
Habib juga mengajak umat Islam yang menjadi anggota DPRD untuk tidak melantik Ahok, karena mantan Bupati Belitung Timur itu sering melakukan tindakan arogansi di tengah masyarakat yang mayoritas muslim ini. [PurWD/voa-islam.com]
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2014/09/26/33036/16-alasan-umat-islam-menolak-ahok-jadi-gubernur-dki-jakarta/#sthash.b7NJ0YaG.dpuf

KEBIJAKAN AHOK MERUGIKAN UMAT ISLAM

20 KEBIJAKAN AHOK YANG SANGAT MERUGIKAN UMAT ISLAM

Umat Islam dan warga DKI Jangan sekali-kali terkecoh dengan "manuver" berita-berita dusta yang dipropagandakan Kompas dan media kacung Ahok lainnya, seperti:
"Ahok sumbangkan 30 hewan kurban"
Wow! MAKSAIN banget para kacung Ahok ini demi untuk membangga-banggakan sang junjungan, perilaku mereka ini boleh dikatakan merupakan sebuah blunder yang teramat sangat dahsyat!!!!!!!
Karena faktanya syarat utama untuk berkurban adalah HARUS MUSLIM sementara Ahok bukan Muslim melainkan umat Kristen Protestan.
Apalagi Allah SWT sudah menyatakan:
(Al-Qur'an Surah An-Nur: 39) "Dan orang-orang k4f1r amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya."
Apalagi dana untuk hewan kurban yang dipropagandakan Kompas cs tersebut berasal dari anggaran rutin tahunan Pemprov DKI, bukan dari kocek Ahok.
Selain itu ada berbagai propaganda pencitraan lainnya yang disebarkan antek-antek Ahok mendekati Pilkada Gubernur DKI 2017 nanti demi untuk meraih simpati umat Islam. Yang insya Allah pada saatnya nanti kembali kami paparkan.
Faktanya kebijakan-kebijakan Ahok selama ini SUDAH sangat merugikan syi'ar Islam, serta SUDAH menyakiti dan menginjak-injak umat Islam:
WASPADALAH DUSTA PROPAGANDA MEDIA CORONG AHOK YANG BERUSAHA MENYULAP AHOK SEBAGAI "KYAI DERMAWAN PAHLAWAN UMAT ISLAM", PADAHAL FAKTANYA KEBIJAKAN AHOK SANGAT MERUGIKAN UMAT ISLAM, ANTARA LAIN:
1. Penghinaan terhadap agama Islam juga agama yang lain yang mana Ahok mengatakan ayat-ayat konstitusi di atas ayat-ayat suci.
2. Menggusur dua masjid di TIM (Taman Ismail Marzuki) dan Jatinegara.
3. Merubah pakaian seragam sekolah muslim/ah pada hari Jum’at dari baju muslim menjadi pakaian adat.
4. Wacana Ahok untuk merubah jam sekolah menjadi jam 9 pagi yang nantinya akan menyebabkan anak-anak umat Islam tidak lagi bangun shubuh.
5. Mengurangi bantuan terhadap majelis taklim dari 900 majelis taklim menjadi 80 majelis taklim.
6. Mengurangi kuota untuk bantuan pembangunan masjid dari 1.000 Masjid selama 1 tahun menjadi 300 masjid selama 1 tahun.
7. Menghapuskan bantuan untuk madrasah dan sekolah Islam.
8. Menghentikan bantuan makan untuk jamaah haji DKI Jakarta di tahun 2014.
9. Mendukung pembangunan Gereja yang tidak sesuai dengan peruntukan.
10. Menempati posisi-posisi ketua lembaga-lembaga keislaman di bawah Pemda DKI Jakarta.
11. Banyak kemaksiatan dan kemunkaran yang dilakukan Ahok salah satunya akan melokalisasi tempat prostitusi/pelacuran.
12. Penghinaan Ahok terhadap ormas Islam yang menuntut penutupan semua tempat pelacuran dengan menyebutnya sebagai ormas munafik.
13. Tidak bisa mengayomi dan turun ke warga DKI Jakarta dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.
14. Penyalahgunaan jabatan untuk misi Kristenisasi dengan kedok lelang jabatan sehingga lurah-lurah non Islam menjadi lurah di tengah warga yang mayoritas beragama Islam. Ia juga sudah melelang jabatan Kepala Sekolah Negeri se DKI, saat ini di Jakarta Barat saat saja 80% kepala sekolah negeri beragama Kristen.
15. Arogansi Ahok terhadap PNS dari jajaran pemda DKI Jakarta hingga tingkat kelurahan, bahkan pernah memarahi mereka dengan menyebutnya sebagai "binatang".
16. Penghinaan Ahok terhadap para anggota DPRD DKI Jakarta dengan menyebut mereka sebagai pemeras dan tukang palak serta suka memperbudak Pemda sebagaimana dilansir oleh berbagai media cetak dan elektronik.
17. Penghinaan Ahok terhadap rakyat dan pejabat di Jakarta dengan mengatakan “B4jing4n di Jakarta mulai dari rakyat jelata hingga pejabat” yang dimuat Tribunnews dot com, Kamis, 4 September 2014.
18. Melanggar konstitusi dengan menerbitkan Instruksi Gubernur No 67 tahun 2014, saat menjabat Plt. Gubernur DKI Jakarta ketika Jokowi cuti untuk Pilpres, yang berisi tentang pelarangan penjualan hewan kurban di tempat umum dan pemotongannya di halaman sekolah dan masjid serta fasilitas publik lainnya pada saat hari raya Idul Adha. Dan setelah diangkat menjadi Gubernur DKI Ahok keluarkan Instruksi Gubernur nomor 168 tahun 2015 dengan isi yang kurang lebih sama dengan Insgub nomor 67 tahun 2014.
19. Melanggar kearifan lokal karena penjualan hewan kurban di tempat umum dan pemotongannya di halaman sekolah dan masjid serta fasilitas publik lainnya pada saat hari raya Idul Adha adalah sudah menjadi tradisi umat Islam Indonesia sejak ratusan tahun lalu.
20. Menodai Islam karena keputusan tersebut telah menghina syariat kurban yang menjadi bagian penting dari syiar Islam.

Tuesday, 3 January 2017

21 Ribu Tenaga Kerja China Serbu Indonesia


Direktur Pengendalian dan Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Rahmawati Yaunidar membantah tegas ada 10 juta tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di Indonesia.
Ia memastikan,  di seluruh Indonesia hanya 21 ribu TKA Tiongkok yang bekerja di sejumlah perusahaan di Indonesia.
"Mereka itu legal dan mendapatkan pengawasan dari Kemenaker," katanya dalam Seminar Nasional "Serbuan Tenaga Kerja Asing ke Indonesia" di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (17/12) kemarin.
Dari jumlah tersebut sebanyak 60 persennya bekerja dengan menggunakan izin jangka pendek.
Izin tersebut berlaku hanya enam bulan dan tidak dapat diperpanjang."Setelah selesai mereka harus pulang," ujarnya.
Kebanyakan para TKA tersebut bekerja pada sektor konstruksi. Mereka memasangkan alat atau menerapkan teknologi yang digunakan Indonesia dari negara Tiongkok.
"Kebanyakan mereka bekerja pada bidang konstruksi, sekarang kan banyak tuh proyek-proyek. Jadi kebanyakan dari mereka memasangkan alat yang dibeli Indonesia," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan termakan isu-isu mengenai banyaknya TKA asal Tiongkok bekerja di Indonesa termasuk pada sektor informal. 
Menurut Rahmawati, pihaknya melakukan fungsi pengendalian agar adanya TKA tersebut tidak mengganggu iklim kerja di Indonesia. "Selama peraturan tersebut dijalankan saya rasa itu tidak akan terjadi," katanya.
Dijelaskan, izin jangka pendek tersebut diberikan kepada warga asing yang bekerja dalam bidang pemasangan alat atau mesin pada sejumlah proyek. Seperti, konstruksi, smelter,dan lainnya
Sementara izin jangka panjang baru diberikan jika pekerja asing tersebut menduduki posisi komisaris, keuangan, manajer keuangan, dan projek manajer.
"Karena mereka bertanggung jawab proyek dan keuangan, nanti kalau pulang siapa yang mengurusi gaji," katanya.
Menurut Rahmawati pihaknya selama ini tidak pernah mengeluarkan izin baik itu jangka pendek ataupun jangka panjang terhadap ribuan pekerja asing secara sekaligus. Rahmawati mengatakan hanya puluhan izin kerja yang diberikan secara sekaligus.
"Jadi saya tidak percaya apabila ada ribuan pekerja asal Tiongkok misalnya dtemukan bekerja di perusahaan, karena kita mengeluarkan secara bertahap dan itu jangka pendek," paparnya.
Bentuk pengendalian kemenaker terhadap pekerja asing yakni dengan mengharuskan perusahaan melbatkan warga negara indonesia di tempat kerjanya.
Perusahaan tidak diperbolehkan menggunakan pekerja asing pada semua jenis pekerjaan.
"Yang tidak boleh diduduki warga asing sesuai dengan Keputusan Menteri yakni bagian personalia," klaimnya.
Menurut Rahmawati tidak mudah bagi perusahaan atau pengguna membawa TKA ke Indonesa. Terdapat sejumlah syarat yang harus dpenuhi persyaratan sebelum menggunakan jasa orang asing di Indonesia.
Pertama yakni, perusahaan atau pengguna harus terlebih dahulu mengajukan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Indonesia, sebelum pekerja tersebut datang.
"Dari RPTKA itu nanti akan diketahui jumlah tenaga kerja yang didatangkan, serta jabatan yang akan diduduki,' katanya.
Setelah mengurus RPTKA menurut Rahmawat maka perusahaan atau pengguna mengajukan IMTA (izin mempekerjakan tenaga asing). IMTA tersebut dikeluarkan Kemenaker dan dapat diperpanjang di daerah sesuai tempat warga asing tersebut bekerja.
"Dari IMTA tersebut dketahui nanti, apakah bekerjanya jangka panjang atau pendek,?" paparnya.
Dokumen IMTA yang dikeluar kan menurut Rahmawati sudah terhubung dengan imigrasi. Nantinya sesuai dengan IMTA maka akan diproses visa tenaga kerja asing tersebut.
Dalam kesempatan itu juga diungkap mengenai wacana para tenaga kerja asing masuk ke Indonesia dengan syarat harus bisa berbahasa Indonesia. 
Tapi ada aturan di dalamnya, berdampingan mereka wajib berbahasa Indonesia, berjalan sambil bekerja dia harus bisa bahasa Indonesia, para tenaga kerja asing ini," katanya
"Dalam era MEA ini beberapa perusahaan malah ingin menggunakan bahasa Inggris. Ini kan untuk pembelajaran juga, ini efek positifnya untuk TKI jadi bisa bahasa Inggris," sambungnya.


Membludaknya Buruh China Serbu Indonesia , Jokowi Bunuh Diri secara Ekonomi


Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani dan berbagai kalangan mengkhawatirkan ratusan ribu pekerja China yang masuk Indonesia, sementara ratusan ribu buruh kita khususnya di sektor industri terancam terkena PHK sepanjang 2015. Buruh RRC masuk kemari jelas melanggar konstitusi.

Kondisi tersebut bisa terjadi jika situasi perekonomian Indonesia terus memburuk, dengan membanjirnya impor barang ditambah dengan masuknya ribuan buruh China dan tenaga asing ke Indonesia.

“Pada 2015, saya belum punya data update-nya, tapi angkanya bisa mencapai 100.000, jika ekonomi terus memburuk. Sepanjang 2014 saja ada sekitar 65.000 pekerja di perusahaan Korea yang terkena PHK,” ujar Hariyadi di Jakarta, Senin (29/6/2015).

Dia membenarkan jika tren PHK di Indonesia sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Menurutnya kebijakan Pemerintah terkait sistem pengupahan menjadi faktor pemicu utama banyak kasus PHK di Indonesia.

“Ini diawali (PHK), sudah terjadi sejak 2013, ketika UMR (Upah Minimum Regional) naik tinggi sekali akibatnya perusahaan melakukan penyesuaian-penyesuaian,” terangnya.

Hariyadi mengatakan, untuk mengurangi penggangguran pemerintah harus menggenjot ekspor dan memproteksi pasar dalam negeri dari serangan produk impor.

Selain itu, pemerintah harus memberikan kesempatan para tenaga kerja produktif dengan membuka lapangan pekerjaan selebar-lebarnya. Termasuk menarik para investor asing.

“Jalan satu-satunya adalah meningkatkan konsumsi dalam negeri,” tutupnya.

Ketika kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu, pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjanji bakal menciptakan 10 juta lapangan baru jika terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia pada Pilpres tanggal 9 Juli 2014 lalu.

Menurut Jokowi, langkah itu diambil guna menekan angka pengangguran di Tanah Air. “Menurunkan tingkat pengangguran 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun,” kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (3/7/14).

Sejarah kemudian mencatat jika Jokowi-JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Dan ternyata, janji 10 juta lapangan kerja itu pun sepertinya akan dipenuhi. Namun anehnya, 10 juta lapangan kerja yang dimaksud ternyata diperuntukkan bagi warga China (RRC) yang akan berkerja di Indonesia dalam banyak proyek besar infrastruktur yang diteken oleh Jokowi dengan Pemerintah Komunis China (PKC).

Menurut kesaksian seorang karyawan yang masih bekerja di Bayah, Provinsi Banten, sudah beberapa bulan ini tengah dikerjakan suatu proyek infrastruktur besar dimana para pekerjanya didatangkan langsung dari China.

“Para pekerjanya orang-orang China. Tapi heran saya, orang-orang itu sepertinya tidak berpendidikan, jorok-jorok. Maaf, buang air besar saja sembarangan. Tidak bisa berbahasa Indonesia, tidak bisa baca tulis. Sepertinya, mereka ini dari golongan masyarakat paling bawah di RRC sana dan dikirim ke sini,” ujarnya sepeti dilansir Eramuslim.

Ketika ditanya apakah para pekerja kasar itu akan dikembalikan ke China setelah proyek ini berakhir, seorang narasumber Eramuslim yang dekat dengan petinggi proyek itu menggelengkan kepala.

“Belum tahu, tapi sepertinya tidak. RRC itu surplus penduduk, dan sepertinya mereka sengaja mengekspor orang-orangnya yang tidak berpendidikan ke Indonesia untuk nanti bisa tinggal di sini. Saya sedih melihat kelakuan pejabat-pejabat kita yang sama sekali tidak punya rasa nasionalismenya sekarang ini,” ucapnya.
Tak Hanya Banten, Papua Juga Diserbu Tenaga Kerja China

Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China juga didatangkan untuk bekerja di Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan. Jumlahnya sudah ratusan, tidak pakai visa tenaga kerja asing, semua visa wisata. Sementara yang dipulangkan karena paspornya bermasalah. Hal ini menjadi pemicu konflik di masyarakat lokal Papua, sebab sampai pekerjaan kasar seperti buruh bangunan juga asli dari China.

Itu baru di Banten dan Papua. Belum lagi di banyak daerah. Sebab itu jangan heran jika sekarang ini di mana-mana banyak berkeliaran orang-orang China. Rekayasa demografi sepertinya tengah terjadi di Indonesia yang akan menyingkirkan kaum pribuminya.

Hal ini tentu menyakiti rakyat Indonesia. Sayangnya, hal ini malah berjalan di bawah restu rezim Jokowi-JK sekarang ini. Akankah anak bangsa akan terus asyik menggosok batu akik saja tau jadi bangsa kuli tanpa memikirkan anak cucu kita kelak? Jokowi dikhawatirkan bunuh diri secara ekonomi dengan membiarkan ribuan buruh China masuk Indonesia. Sebab itu melanggar Konstitusi.

Monday, 2 January 2017

Sejarah Ditemukannya Tambang Emas Di Papua


Pada tanggal 16 Februari tahun 1632, KAPTEN JAN CARSTENSZ seorang kapten kapal maskapai dagang kerajaan BELANDA ,VOC.melihat gunung berpuncak tertutup salju di daerah khatulistiwalalu ia membuat sebuah catatan tentang Fenomena yang luar biasa itu.dan menjadikan catatan orang asing pertama tentang Puncak Carstenz.Puncak Carstenz adalah nama untuk Puncak-puncak bersalju nama itu diberikan atas penghargaan terhadap KAPTEN JAN CARSTENSZ.
sejak saat itu banyaklah orang asing yang berdatangan untuk melakukan ekspedisi ke wilayah     papua.
EKSPEDISI PERTAMA dilakukan pada tahun 1936, yang dilakukan oleh tiga orang peneliti asal belanda yaitu Dr.A.H. ColijinJ.J. DOZY, dan H. Wissel. kelompok ini adalah kelompok luar pertama yang mencapai  gunung gletser dan menemukan Ertsberg. ekspedisi ini juga dikenal dengan EKSPEDISI COLIJIN.




di tahun 1936 Geolog Dr.C. Shouten menyimpulkan bahwa kawasan Carstenz mengandung tembaga dan emas.hal ini membuat nama ertsberg (gunug bijih) dipakai untuk menyebut gunung tersebut.

pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Tahun 1960 pun menjadi ekspedisi kedua ke gunung ertsberg papua .ekspedisi ini dilakukan oleh  Forbes Wilson dan Del Flint.tujuan dalam ekspedisi ini adalah untuk membuktikan kebenaran dari perkataan Jan van Gruisen dan Geolog Dr.C. Shouten bahwa dikawasan ertsberg mengandung tembaga.






didalam ekspedisi ini wilson menemukan sesuatu yang nyaris membuatnya gila, bahwa disana selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut juga dipenuhi Emas dan Perak !!! menurut dia seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga.





"TANAH PAPUA TANAH YANG KAYA SURGA KECI JATUH KE BUMI.....SELUAS TANAH SEBANYAK BATU ADALAH HARTA HARAPAN"

Sejarah Freeport ( gunung emas yang dirampok secara terbuka )



Ada perbedaan sangat besar terkait pengelolaan kekayaan alam Indonesia di zaman Soekarno dengan zaman Harto dan para pewarisnya. Soekarno bersikap, “Biarkan kekayaan alam kita, hingga insinyur-insinyur Indonesia mampu mengolahnya sendiri.” Sedangkan Harto dan para pewarisnya hingga sekarang bersikap, “Biarkan kekayaan alam kita dijarah oleh orang-orang asing, silakan Mister…”


Merupakan fakta sejarah jika di awal kekuasaan Harto, kekayaan alam Indonesia yang melimpah-ruah digadaikan kepada blok imperialisme Barat yang dipimpin Amerika Serikat. Sebelumnya Harto dan Washington agaknya telah memiliki “MOU” bahwa jika Soekarno berhasil dikudeta maka Harto yang menggantikannya akan “membalas budi” kepada Washington berupa penyerahan negara dan bangsa ini tanpa syarat agar bisa dieksploitasi sepuasnya oleh para tuan bule di Washington.

Tragedi pertemuan Mafia Berkeley dengan Rockefeller dan kawan-kawannya di Jenewa-Swiss di bulan November 1967 menjadi bukti tak terbantahkan tentang permufakatan iblis tersebut. Di saat itulah, rezim Jenderal Harto mencabut kemerdekaan negeri ini dan menjadikan Indonesia kembali sebagai negeri terjajah. Ironisnya, penjajahan asing atas Indonesia diteruskan oleh semua pewarisnya termasuk rezim yang tengah berkuasa hari ini yang ternyata “jauh lebih edan” ketimbang Jenderal Harto dulu.



Tambang Freeport

Sampai sekarang, hampir semua cabang produksi yang amat vital bagi negara dan bangsa ini telah dikuasai asing. Banyak buku yang telah memaparkan dengan jujur kenyataan menyedihkan ini. Beberapa di anaranya adalah buku berjudul “Di Bawah Cengkeraman Asing: Membongkar Akar Persoalannya dan Tawaran Revolusi untuk Menjadi Tuan di Negeri Sendiri” (Wawan Tunggul Alam: 2009), dan “Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia!” (Amien Rais, 2008). Dengan bahasa jurnalisme yang sangat mengalir namun amat kaya data, Wawan memaparkan dengan lugas hampir seluruh fakta yang patut diketahui generasi muda bangsa ini, agar kita bisa sadar sesadar-sadarnya jika Indonesia itu, negeri kita ini, sekarang masih merupakan negeri terjajah!

Dan untuk buku yang kedua yang ditulis oleh Amien Rais, isinya benar-benar bagus dan sangat anti dengan neo-liberal. Namun dalam faktanya sangat ironis, karena entah dengan alasan apa, Amien Rais sekarang malah jelas-jelas menjadi bagian dari kelompok NeoLib dengan berterus-terang menyatakan dukungannya pada rezim yang berkuasa sekarang. Disadari atau tidak, dia sekarang telah menjadi part of problem bagi bangsa ini dan menjadi salah satu penghalang bagi gerakan pemerdekaan negeri ini dari cengkeraman imperialisme asing.

Jika Imperialisme dan Kolonialisme Kuno (Spanyol, Portugis, VOC, Fasis Jepang, dan NICA) menggunakan senjata api untuk menjajah suatu negeri, maka sekarang, Imperialisme dan Kolonialisme Modern (Neo Kolonialisme dan Neo Imperialisme, Nekolim) lebih pintar dengan tidak lagi memakai senjata api namun mempergunakan kekuatan uang (baca: kekuatan utang).

JFK, CIA, dan Freeport

Di atas telah disebutkan, hanya beberapa bulan setelah secara de-facto berkuasa, Jenderal Harto menggadaikan nyaris seluruh kekayaan alam negeri ini kepada blok imperialisme asing. Salah satu cerita yang paling menyedihkan adalah tentang gunung emas di Papua Barat. Gunung emas yang sekarang secara salah kaprah disebut sebagai Tembagapura, merupakan sebuah gunung dimana cadangan tembaga dan emas berada di atas tanahnya, tersebar dan siap dipungut dalam radius yang amat luas.

Lisa Pease menulis artikel berjudul “JFK, Indonesia, CIA, and Freeport” dan dimuat dalam majalah Probe. Tulisan bagus ini disimpan di dalam National Archive di Washington DC. Dalam artikelnya, Lisa Pease menulis jika dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di Indonesia sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di Perpusatakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pimpinan Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada di sekujur Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survei dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama Gold Mountain, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dan dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Piminan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur menekan kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pimpinan Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kenndey merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil siap yang bertolak-belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C. Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C. Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital NY di mana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pimpinan Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Pease mendapakan data jika pada Maret 1965, Augustus C. Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelijen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti adalah sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jenderal Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi 1 Oktober 1965, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengeksplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasionil mereka.

Sebab itulah, ketika ketika UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didiktekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport. Inilah kali pertama kontrak perminyakan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah banyak merugikan Indonesia.

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport menggandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun. Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A. Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki depost terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar pon dan emas sebesar 52,1 juta ons. Nilai jualnya 77 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia.

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya Emaspura. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru di mana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan langsung mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. “Perampokan legal” ini masih terjadi sampai sekarang.

Kisah Freeport merupakan salah satu dari banyak sekali kisah sedih tentang bagaimana kekayaan alam yang diberikan Allah SWT kepada bangsa Indonesia, oleh para penguasanya malah digadaikan bulat-bulat untuk dirampok imperialisme asing, demi memperkaya diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Kenyataan memilukan ini masih berlangsung sampai sekarang hingga rakyat menjadi sadar dan menumbangkan penguasa korup.